CHAT Via WhatsApp
diposkan pada : 21-12-2020 15:23:04

Kekuatan bangunan tidak hanya bergantung pada struktur beton yang baik, tetapi juga pada struktur rangka selama pekerjaan konstruksi. Foamwork adalah cetakan yang dibuat selama proses pengecoran untuk mendapatkan bentuk tertentu untuk dinding, kolom, balok, pelat, dll. Meski bersifat sementara, cetakan harus akurat dan akurat agar diperoleh bangunan yang berkualitas. Saat ini, dikenal beberapa jenis bekisting. Masing-masing jenis bekisting ini memiliki kelebihan.

Jamur konvensional

Bekisting ini mungkin jenis bekisting pertama yang diketahui. Cetakan tradisional atau cetakan tradisional hanya mengandalkan kayu lapis dan kayu atau papan. Jenis papan yang digunakan biasanya adalah papan tahan lembab. Papan cetakan kayu yang biasa digunakan berukuran tebal 2 cm sampai 3 cm dan lebar 15 cm sampai 20 cm. Di sisi lain, ketebalan kayu lapis cetakan sekitar 3mm sampai 9mm.

Kayu untuk cetakan sebaiknya dipilih yang cukup bagus agar tidak terlalu basah dan tidak bengkok atau pecah. Dalam proses pengerjaan, kayu lapis dan papan dipasang pada struktur bangunan. Jika beton sudah cukup kuat, keluarkan dan bongkar triplek dan papan yang digunakan dalam proses pembuatan busa satu per satu.

Dalam beberapa kasus, kayu lapis atau papan yang digunakan dalam cetakan dapat digunakan untuk pekerjaan selanjutnya. Tentunya jika kualitas triplek dan papannya masih bagus. Namun, karena kualitasnya yang seringkali buruk, tripleks dan papan ini hanya dapat digunakan untuk satu pekerjaan bentuk. Dalam proyek konstruksi bangunan, kelapa atau kayu grugwood sering dipilih untuk membuat busa balok. Di sisi lain, jenis kayu meranti umumnya digunakan sebagai bahan triplek yang digunakan dalam cetakan tradisional.

Bekisting tradisional ini relatif lebih murah jika dibandingkan dengan pengadaan atau penyewaan bekisting modern. Namun, bekisting tradisional tidak disarankan untuk pekerjaan besar yang membutuhkan banyak tahapan bekisting. Karena butuh waktu untuk membongkar triplek dan papannya, tripleks dan serpihan kayu tetap ada dan bentuknya menjadi tidak akurat.

Merobohkan bekisting

Dengan perkembangan teknologi khususnya di bidang engineering, berbagai inovasi telah dilakukan, termasuk yang berkaitan dengan pekerjaan bekisting. Salah satu inovasi utama dalam dunia desain adalah munculnya sistem kerja knockdown form. Sistem kerja knockdown foam ini menggunakan plat besi hollow dan baja. Tentu saja, bahan ini memberikan bentuk yang lebih akurat daripada saat menggunakan triplek atau papan dalam sistem pembuatan busa tradisional.

Terbuat dari besi hollow dan baja, busa knockdown ini juga mudah dipasang dan dibongkar. Proses ini membutuhkan lebih sedikit pekerja dibandingkan dengan bekisting tradisional.

Di sisi lain, dari segi harga, pembuatan busa knockdown tentunya lebih mahal dibandingkan dengan busa tradisional yang menggunakan triplek dan papan. Namun, pekerjaan busa knockdown dapat digunakan kembali, tahan lama dan tahan lama. Dengan penggunaan dan perawatan yang tepat, pekerjaan busa knockdown ini bisa dibuat lebih awet. Setelah digunakan, sisa material harus dikeluarkan dari elemen kerja knockdown foam ini agar dapat digunakan kembali tanpa mengorbankan kualitas.

Dalam hal total biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan proyek, biaya penggunaan bekisting knockdown jauh lebih efisien daripada menggunakan bekisting tradisional. Saat ini, pemesanan pekerjaan knockdown menjadi lebih mudah dan persewaan sedang meningkat. Bandingkan dengan penggunaan tripleks atau papan kayu, yang tidak bisa digunakan untuk pekerjaan cetakan jangka panjang.

Pekerjaan busa fiber glass

Pilihan lain untuk pembuatan busa modern adalah pembuatan busa fiberglass. Cetakan fiber glass ini tahan air dan sangat cocok digunakan pada konstruksi bawah tanah. Selain itu, glass fiber tahan karat, ramah lingkungan, ringan, mudah dibersihkan, mudah dipasang dan mudah dilepas.

Bekisting fiberglass ini menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan menghemat anggaran pengadaan bekisting karena bisa digunakan berulangkali seperti halnya bekisting knock down. Bekisting fiberglass mampu memenuhi persyaratan penting dalam konstruksi bekisting yakni ketepatan, baik dalam hal ketegakan, ukuran, kerataan dan kesikuan.

Dari uraian jenis-jenis bekisting tersebut, bekisting knock down dan bekisting fiberglass adalah jenis bekisting yang ramah lingkungan. Penggunaan kedua jenis bekisting tersebut mengurangi pemakaian kayu, artinya berkurangnya jumlah pohon yang harus ditebang untuk pembuatan bekisting. Jenis bekisting yang ramah lingkungan inilah yang terus didorong untuk digunakan.