CHAT Via WhatsApp
diposkan pada : 15-01-2021 02:23:44

Apa bekisting itu ? 

Bekisting adalah konstruksi bersifat sementara yang  merupakan cetakan untuk menentukan bentuk dari konstruksi beton pada saat beton masih segar.  Menurut Stephens (1985), formwork atau bekisting adalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Dikarenakan berfungsi sebagai cetakan sementara, bekisting akan dilepas atau dibongkar apabila beton yang dituang telah mencapai kekuatan yang cukup.

Menurut Blake (1975), ada beberapa aspek yang harus diperhatikan pada pemakaian bekisting dalam suatu pekerjaan konstruksi beton.

1  Aspek pertama adalah kualitas bekisting yang akan digunakan harus tepat dan layak serta sesuai dengan bentuk pekerjaan struktur yang akan dikerjakan. Permukaan bekisting yang akan digunakan harus rata sehingga hasil permukaan beton baik.
2  Aspek kedua adalah keamanan bagi pekerja konstruksi tersebut, maka bekisting harus cukup kuat menahan beton agar beton tidak runtuh dan mendaangkan bahaya bagi pekerja sekitarnya
3. Aspek yang ketiga adalah biaya pemakaian bekisting yang harus direncanakan seekonomis mungkin

Dari sisi bahan dan cara pengerjaannya , Ada beberapa persyaratan bekisting agar pengecoran beton bertulang dapat berjalan dengan baik, Diantaranya yaitu:

1.  Bahan yang digunakan harus keras dan kuat menahan beban kesamping dan beban dari atas.
2.Bahan yang digunakan harus seefisien mungkin sesuai dengan anggaran yang tersedia.
3.Bahan yang digunakan aman bagi pekerja (tukang) dan mudah dalam pengerjaannya.
4.Bahan yang digunakan diperlukan waktu yang tidak terlalu lama sehingga dapat menghemat biaya tenaga kerja.
5.Khusus bekisting konvensional, gunakan bahan yang baru akan lebih baik hasilnya.
6.Sistem pengerjaannya harus menggunakan tenaga ahli profesional agar menghasilkan jenis pekerjaan yang berkualitas baik.
7. Mudah dibuka dan tidak lengket
8.Kedap air dan tidak mudah bocor
9.Bahan yang digunakan untuk pembuatan bekisiting harus presisi

Dan berikut ini adalah syarat khusus dalam pembuatan bekisting

  • Kualitas : Bentuk dan ukuran sesuai dengan rencana yang di buat dan diinginkan, posisi dan bentuk acuan sesuai dengan rencana, hasil akhir permukaan beton rata/ tidak kropos 
  • Keamanan : harus stabil pada posisinya, kokoh yaitu harus mampu menahan beban-beban khususnya vertical/horizontal, kekakuan yaitu harus mampu menahan beban horizontal sehingga tidak bergeser dari posisi seberanya. 
  • Ekonomis :  Mudah di kerjakan, tidak membutuhkan banyak tenaga kerja, mudah dipasang sehingga menghemat waktu, mudah dibongkar agar bahan bisa digunakan kembali, mudah disimpan 

Pembebanan Pada Bekisting

  • Berbagai beban yang perlu diperhatikan dalam merencanakan sebuah bekisting,pada prinsipnya berawal dari beban vertical dan beban horizontal serta pengaruh khusus angin dan getaran yang ditimbulkan oleh vibrator. Dengan demikian sebuah bekisting harus diperhitungkan terhadap kekuatan, kekakuan dan kestabilan
  • Beban yang dipikul dan harus diperhitungkan dalam perencanaan bekisting adalah sebagai berikut :
  • Beban tetap, yaitu berat sendiri dari bekisting, beton segar serta besi tulang
  • Beban tidak tetap, adalah berat peralatan, pekerja, dan barang lainnya.
  • Beban ini harus mampu dipikul oleh bekisting dan hanya diperbolehkan terjadi lendutan sebesar maksimum yang diijinkan. Perhitungan beban vertikal yang direkomendasikan oleh Commitee ACI, sebagai dasar perhitungan adalah :      
  • Beton bertulang     : 2400 kg/m3
  • Bekisting      :70 kg/m2
  • Beban hidup : 235kg/m2
  • Beban hidup min   : 150-250 kg/m2

Sedangkan beban horisontal terjadi pada proses pengecoran sebagai akibat dari tekanan hidrostatis. Jadi tekanan horisontal dipengaruhi oleh :

1.Mortal beton, berat volume, plastisitas dan kecepatan pengerasan
2.Proses pengecoran, temperatur lapangan, kecepatan pengecoran,metode kerja serta pemadatan
3.Beksiting, tinggi,bentuk dan dimensi
4.Kondisi tulangan : jarak dan besar tulangan

Besarnya defleksi yang diperkenankan pada konstruksi beton dan dapat dipakai pada konstruksi bekisting adalah antara 1/300 -1/360 L. Dan beberapa bagian bekisting yang harus dikontrol defleksinya antara lain:

1.Lapis penutup
2.Balok pembagi
3.Pendukung joist/stud dan juga waler (klem)


Kestabilan dan Kekakuan Bekisting

  • Stabilitas merupakan suatu yang sangat penting bagi sebuah konstruksi bekisting.Sering terjadi keruntuhan pada bekisting akibat kurang memperhatikan kekuatan dan kestabilan bekisting, oleh sebab itu penting untuk diperhatikan dalam perencanaan bekisting yang disertai dengan penekanan pada bracing atau penguat .Untuk menjaga kestabilan bekisting,maka perlu penempatan skur yang cukup dan tepat sehingga dapat mengantisipasi kemungkinan terjadi tekuk. Ketidakstabilan juga terjadi akibat cara pengecoran, kecepatan pengecoran tidak terkendali akan mengakibatkan penumpukan beton segar sehingga akan terjadi ketidakmampuan bekisting pada saat memikul beban . Ada  beberapa faktor yang mempengaruhi kestabilan bekesting, diantaranya landasan untuk mendirian perancah, kekuatan material bekiating, dimensi dan jarak beam dan staiger, dll.Dengan memahami beban yang harus dipikul oleh bekisting atau kestabilan bekisting, maka dapat dilakukan antisipasi dan pengendalian terhadap kualitas dari bekisting tersebut
  • Dengan demikian bekisting dan perancah harus memenuhi unsur-unsur seperti tersebut diatas yaitu : material berkualitas, aman, awet, efesien, kekuatan dan kestabilan. Dengan terpenuhinya unsur-unsur tersebut diatas dapat menjamin kualitas beton yang akan dicor menjadi baik.

Fungsi dan Manfaat Bekisting

Fungsi dan manfaat secara umum pembuatan bekistin adalah sebagai berikut:

1 Menahan beban beton sementara, pada saat pengecoran
2 Membentuk beton sesuai dengan keinginan.
3 Mempermudah pekerjaan dalam struktur bangunan
4 Memikul dengan aman beban yang  ditimbulkan oleh spesi beton serta beban luar lainya yang menyebabkan perubahan bentuk pada beton. Namun perubahan ini tidak melampui batas toleransi yang ditetapkan.
5 Bekisting harus dapat dengan mudah dipasang, dilepas dan dipindahkan. Mempermudah proses produksi beton masal dalam ukuran yang sama.

Jenis Jenis bekisting

Jenis bekisting secara umum di bedakan menjadi 2 yaitu bekisting konvensional/tradisional , dan bekisting knock down/modern . Namun sekarang sudah terdapat jenis lain dari bekisting yaitu bekisting fiberglass ,rekayasa,reusable dll. Berikut ini adalah rinciannya :

Bekisting konvensional

Bekisting ini dibuat dari kayu dan triplek (plywood) atau papan yang tahan akan kelembaban. Sangat mudah untuk diproduksi tetapi memakan waktu untuk struktur yang lebih besar, dan triplek yang digunakan memiliki umur yang relatif singkat. Hal ini masih digunakan secara luas di mana biaya tenaga kerja lebih rendah daripada biaya untuk pengadaan bekisting yang dapat digunakan kembali (reusable). Ini juga merupakan jenis bekisting yang paling fleksibel, karena dapat diterapkan pada bentuk konstruksi yang rumit.. Penggunaan kayu ini biasanya terbagi dalam sistem peyangga/perancah (biasanya menggunakan kayu gelam, bambu, atau sejenis kayu bulat dan persegi), rehel, penyangga volume balok, klem . Bekisting beton konvensional ini biasa digunakan untuk proyek rumah tinggal dan ruko atau bangunan tipe menengah.Jadi bekisting tradisional ini pada umumnya hanya dipakai untuk satu kali pekerjaan, namun jika material kayu masih memungkinan untuk dipakai maka dapat digunakan kembali untuk bekisting pada elemen struktur yang lain

Kekurangan bekisting konvensional adalah:

  • Material kayu tidak awet untuk dipakai berulang-ulang kali
  • Waktu untuk pasang dan bongkar bekisting menjadi lebih lama
  • Banyak menghasilkan sampah kayu dan paku, sehingga lokasi menjadi kotor
  • Bentuknya tidak presisi.

Bekisting knock down/sistem

  • Bekisting sistem sering juga disebut bekisting modern, dimana dalam pengerjaannya memiliki keunggulan dibanding bekisting konvensional. .  Jenis bekisting ini terbuat dari baja dan besi hollow yang kuat. Penggunaan bekisting ini lebih kuat dan presisi dan tahan lama sehingga dapat digunakan berulang-ulang. Namun kekurangan dari jenis bekisting ini adalah memerlukan biaya yang cukup mahal, sehingga disarankan untuk penggunaan pada proyek skala besar.
  • Keunggulan dari bekisting sistem adalah : mudah dipasang dan dibongkar, ringan, dapat dipakai berulang kali, kualitas pengecoran baik dengan siklus pembongkaran yang cepat serta dapat dipakai pada pekerjaan konstruksi beton yang besar.
  • Adapun kekurangan dari bekisting sistem adalah mahal, sulit didapat serta membutuhkan keahlian dan peralatan berat.

Sistem Bekisting Rekayasa (Engineering). 

Bekisting ini dibangun dari modul prefabrikasi dengan bingkai logam (biasanya baja atau aluminium) dan ditutup pada aplikasi (beton). Dua keuntungan utama dari sistem bekisting, dibandingkan dengan bekisting kayu tradisional, adalah kecepatan konstruksi ( pin dengan sistem modular, klip, atau sekrup ) dan menurunkan biaya penggunaan kembali (perkuatan, frame hampir tidak bisa dihancurkan, sementara jika terbuat dari kayu, mungkin harus diganti setelah beberapa - atau beberapa lusin penggunaan, tetapi jika penutup tersebut dibuat dengan baja atau aluminium, penggunaan dapat mencapai hingga dua ribu penggunaan tergantung pada perawatan dan aplikasi). 

Bekisting Permanen Terisolasi (Insulated).  

Bekisting ini dirakit di tempat, biasanya untuk isolasi bentuk beton / insulating concrete forms (ICF). Bekisting tetap di tempat setelah beton telah diawetkan (cured), dan dapat memberikan keuntungan dalam hal kecepatan, kekuatan, isolasi termal dan akustik yang superior, ruang untuk menjalankan utilitas dalam lapisan EPS, dan jalur terintegrasi untuk pemasangan cladding. 

Sistem Bekisting Struktural Stay-In-Place .  
    
Bekisting ini dirakit di tempat, biasanya keluar dari prefabrikasi dengan diperkuat serat berbahan plastik. Ini tersedia dalam bentuk tabung berongga, dan biasanya digunakan untuk kolom dan dermaga. Bekisting tetap di tempat setelah beton telah awet (cured) dan bertindak sebagai penguat aksial dan geser, serta melayani untuk membatasi beton dan mencegah terhadap dampak lingkungan, seperti korosi dan siklus beku.

Bekisting Fiberglass

Perbedaan dalam jenis bekisting ini adalah bahan material fiber pengganti kayu .Secara umum , bahan fiber lebih memiliki banyak keunggulan di bandingkan bahan kayu . berikut ini merupakam keuntungan dari bekisting fiber secara umum:  

1.Bebas kelembaban dan tidak mengalami perubahan dimensi atau bentuk
2.Pemasangan lebih mudah dan tanpa perlu  minyak bekisting
3.Mempercepat waktu pelaksanaan bekisting;
4.Tidak berkarat
5.Tidak gampang rusak oleh air sehingga cocok untuk konstruksi bawah tanah dan lingkungan berair
6.Efisien secara biaya
7.Kualitas hasil yang lebih baik
8.Gampang dipasang dan dilepas sehingga mengurangi biaya upah
9.Daya tahan lama, dapat digunakan 40-70 kali. Ada produk yang dapat digunakan hingga 1000 kali
10.Tahan panas
11.Ringan, kuat dan kaku, bending modulus yang tinggi
12.Ketahanan permukaan yang baik, tahan terhadap benturan dan abrasi
13.Dapat dibor, dipaku, diketam, dan diproses seperti gergaji
14.Stabilitas yang tinggi terhadap sinar ultraviolet, tidak rapuh dan gampang retak, gampang untuk dibersihkan
15.Tidak membutuhkan syarat khusus dalam penyimpanan karena sifatnya yang tahan cuaca
16.Sampah sisa material bekisting fiber ini dapat diolah kembali seluruhnya dan sangat ramah lingkungan.

Dan berikut ini merupakan keuntungan bekisting fiber secara khusus

  1. Bagi Perencana , Keuntungan bekisting bahan fiber adalah meringankan biaya proyek
  2. Bagi Pelaksana / kontraktor , keuntungan bekistiing bahan fiber adalah mempercepat pelaksanaan , dan tentunya akan memangkas biaya juga . dan di samping itu bekisting fiber dapat di gunakan secara berkali kali , berbeda dengan bekisting dengan bahan kayu yang tidak akan bertahan lama jika di gunakan terus menerus.
  3. Bagi Masyarakat , keuntungan dari bekisting bahan fiber ini adalah untuk mengurangi penggunaan kayu sehingga dapat membantu dalam hal pelestarian lingkungan.

Tahap Pemasangan  Bekisting

Tahap Pemasangan Bekisting Pada pekerjaan bekisting, khususnya bekisting plat dan balok biasanya dilakukan pekerjaan perancah. Pekerjaan perancah dilakukan untuk mendukung perencanaan pembuatan bekisting balok dan pelat.

Pertama-tama yang harus dilakukan sebelum mendirikan scaffolding adalah memasang jack base pada kaki untuk memudahkan pengaturan ketinggian, setelah itu baru dapat disusun dan disambung antara yang satu dengan lainnya menggunakan joint pin, dan bagian atasnya dipasang U-head untuk menjepit balok kayu yang melintang. Pekerjaan bekisting dilakukan setelah pekerjaan pembesian. Hal tersebut berlaku pada pekerjaan pembuatan kolom. Sedangkan pada pembuatan balok dan pelat, bekisting terlebih dahulu dikerjakan. Bekisting memiliki fungsi dalam bangunan untuk membuat bentuk dan dimensi pada suatu konstruksi beton, dan mampu memikul beban sendiri yang baru dicor sampai konstruksi tersebut dapat dipikul seluruh beban yang ada. Pelaksanaan pekerjaan bekisting pada pembuatan balok baru dapat dilakukan setelah pekerjaan perancah selesai. Bekisting yang dibuat adalah bekisting balok, pelat, dan kolom.

Petama-tama yang harus dipersiapkan sebelum pembuatan bekisting adalah plywood 12 mm, dan balok kayu 8/12 dan 5/7 yang telah dipotong-potong sesuai kebutuhan. Kemudian balok kayu dan plywoood tersebut dihubungkan dengan paku, sehingga membentuk dimensi balok yang direncanakan. Balok kayu 8/12 digunakan untuk dudukan bekisting balok pada bagian atas scaffolding. Rangka dan penopang bekisting menggunakan kayu 5/7 yang dipaku, kemudian plywood yang sudah dipotong dipaku ke rangka tersebut.

Pembuatan bekisting pelat dimulai dengan persiapan. Bahan yang harus dipersiapkan adalah plywood 9 mm dan balok ukuran 5/7 , 4/6 atau sejenisnya. Pertama-tama yang harus dilakukan untuk memulai pembuatan bekisting pelat adalah memasang multispan yang berpegangan pada bekisting balok. Kemudian plywood yang telah dipotong-potong diletakkan di atas balok dan disusun dengan rapi dan rapat agar tidak bocor Bekisting pada kolom menggunakan plywood 12 mm, baja sebagai penguaat, dan rangka besi siku yang dirancang untuk plywood. Rangka besi siku yang telah dipasang plywood didirikan, lalu antara rangka yang satu dengan yang lainnya dihubungkan menggunakan baut. Bekisting tersebut diberikan sokongan samping menggunakan baja ukuran 5/7.

Tahap Pembukaan Bekisting Setelah beton baru berusia 3-4 hari, bekisting yang menempel pada beton dibuka. Walaupun beton matang pada hari ke 28 tetapi bekisting beton dapat dibuka pada hari 3-4 hari. Proses pembukaan bekisting dilakukan oleh 2-3 orang, dan terkadang diperlukan alat seperti kayu balok untuk membukanya apabila bekisting tersangkut. Untuk kolom yang berada di lantai atas biasanya dibantu oleh craine untuk menurunkannya ke bawah.

Perawatan Bekisting Untuk menghasilkan dan menjaga life time bekisting, umumnya dilakukan perawatan sebelum dan sesudah pemakaian bekisting. Metode perawatan yang umum diberikan adalah oli bekisiting. Macam-macam Oli yang disarankan pada bekisting:

1. Oli bekas
2. Solar
3. Oli Sika, dan lain-lain.